Postingan

Senyap yang Berbisik

Di antara barisan upacara pagi
Kulihat mentari dalam bingkai kacamatamu
Prestasimu mengundang decak kagumi
Sedang aku terpaku, mematung bisu

Dua tahun berlalu bagai sekejap mata
Kau berlari lebih dulu mengejar mimpi
Kutanam tekad, kugapai bintang yang sama
Berharap takdir mempertemukan kembali

Saat kumelangkah di gerbang yang kau pijak
Bayanganmu telah menghilang ke utara
Prestasiku hanya bergema dalam sepi
Tanpamu di antara ribuan mata

Takdir bermain dengan cara uniknya
Lewat rangkaian kode dan data
Memberiku kesempatan menyapamu
Walau hanya dalam ketukan kata

Bertahun kurajut harapan dalam diam
Menyimpan rahasia di sudut dada
Hingga kulihat kau tersenyum bahagia
Dalam pelukan yang bukan milikku

Cinta tak harus memiliki, katanya
Tapi mengapa masih terasa pedih?
Kudoakan bahagiamu dalam sunyi
Biar kusimpan namamu dalam puisi

Mungkin kau tak pernah tahu
Betapa dalam kau kukenang
Dalam setiap prestasi yang kuraih
Dalam setiap mimpi yang kubangun

Biarlah waktu terus bergulir
Membawa kisah ke ujung nadi
Cintaku padamu akan tetap murni
Seperti pagi pertama ku menemukanmu

zyura.

Postingan ini dilisensikan di bawah CC BY 4.0 oleh penulis.