Senyap yang Berbisik
Di antara barisan upacara pagi
Kulihat mentari dalam bingkai kacamatamu
Prestasimu mengundang decak kagumi
Sedang aku terpaku, mematung bisu
Dua tahun berlalu bagai sekejap mata
Kau berlari lebih dulu mengejar mimpi
Kutanam tekad, kugapai bintang yang sama
Berharap takdir mempertemukan kembali
Saat kumelangkah di gerbang yang kau pijak
Bayanganmu telah menghilang ke utara
Prestasiku hanya bergema dalam sepi
Tanpamu di antara ribuan mata
Takdir bermain dengan cara uniknya
Lewat rangkaian kode dan data
Memberiku kesempatan menyapamu
Walau hanya dalam ketukan kata
Bertahun kurajut harapan dalam diam
Menyimpan rahasia di sudut dada
Hingga kulihat kau tersenyum bahagia
Dalam pelukan yang bukan milikku
Cinta tak harus memiliki, katanya
Tapi mengapa masih terasa pedih?
Kudoakan bahagiamu dalam sunyi
Biar kusimpan namamu dalam puisi
Mungkin kau tak pernah tahu
Betapa dalam kau kukenang
Dalam setiap prestasi yang kuraih
Dalam setiap mimpi yang kubangun
Biarlah waktu terus bergulir
Membawa kisah ke ujung nadi
Cintaku padamu akan tetap murni
Seperti pagi pertama ku menemukanmu
zyura.