Postingan

Halusinasi

Ada rindu yang tak tersampaikan,
Ada cerita yang tak sampai akhir,

Ada senyum yang pudar,
Ada kasih yang sudah pergi,
Ada kenangan yang berlalu,
Ada penyesalan yang terbujur kaku,
Ada air yang sudah tak lagi jernih…
Tetapi ada lantunan doa yang merubah semua itu…

Yogyakarta, 01 Mei 2020


Kaki kaki kecil itu berlarian di pematang sawah,
menyapa mentari yang baru saja terbangun,
menerangi dedauan yang masih berembun,
semangat kaki kaki itu terus menyusuri sungai, kebun, dan kolam…
mencari buah-buah merah untuk dimakan sehabis berenang nanti siang…

Hei…alam berteman sangat akrab,
menjaga kaki kaki kecil,
melewati jalan setapak menuju kuburan yang masih baru…

Yogyakarta, 01 Mei 2020


Kasali seorang gadis kecil beberapa tahun berlalu,
Berjalan diatas tanah jawa,
Sebagai pelita bagi harapan bunda yang sudah sirna…

Gadis kecil yang selalu ingin menantang dunia,
Walau sekarang merajut warna warni dalam kanvas putih…

Tetesan air mata meredupkan senyum bunda yang tak pernah mau lenteranya padam,
Waktu cepat berlalu hingga satu persatu kembali dalam kebahagiaan abadi…

Tetapi bunda masih ada,
Mengayomi dan selalu berdoa mengadapi ujian yang entah kapan beranjak pergi…

Tenanglah… tangannya sekarang digenggam,
Walaupun entah sampai kapan…
Karena detak jantung tak akan pernah menang melawan waktu…

Yogyakarta, 01 Mei 2020


Mengakhiri semuanya dan terpejam…
Tunggu… ini tidak akan berakhir,
tidak melambat apalagi berhenti…

Terus berjalan dan bergerak…
kemanapun tulisan itu sudah ditentukan…
walaupun dinding pun ditabrak, tapi tak apa…
suatu saat akan rubuh…
rubuh dan terlelap dalam penyesalan…

Yogyakarta, 01 Mei 2020


Kupikir semuanya berakhir,
Suasana ini datang tak terduga,
Menghantui sebagian diri yang enggan terkekang,
Kini waktunya menghadapi rasa takut yang sempat terpendam beberapa waktu,

Kesendirian, nyanyian malam,dan obrolan abstrak dari dimersi sebelah,
Menemani lajunya malam menuju pelabuhan fajar…
Kali ini tidak boleh kabur,
Sepi dan kekakuan ini harus diterjang…

Berpacu dengan angka yang entah bagaimana,
Dan akhir yang entah sampai kapan…
Tetapi irama alam berbalik riang,
Menyambut beningnya udara sejuk menerpa…
teruslah berjalan seiring bergeraknya waktu.

Yogyakarta, 01 Mei 2020


Pintu kasih-Mu nyata terasa,
Panasnya jiwa tertahan sejuk,
Energi yang pergi, pulang menyapa,
Mata pun enggan terpejam,
Bersama suara suara malam,
Yang terkadang datang dengan pucat pasi,
Andaikan setiap hari sepanjang tahun seperti ini,
Tentu senyumku tak akan sempat terhenti,
Hadapi kenyataan ini,
Semoga semua bahagia di ujung pandemi nanti…

Yogyakarta, 01 Mei 2020


Secangkir kopi,                           O  O         O  O
Duacangkir rindu,                   O         O   O          O
Tigacangkir senyum,            O              O              O
Empatcangkir semangat,        O                        O
Limacangkir impian,                   O                  O
Duacangkir puisi,                            O         O
Secangkir gula,                                     O

Yogyakarta, 01 Mei 2020


Postingan ini dilisensikan di bawah CC BY 4.0 oleh penulis.