Dikurung
Kerangkeng ini perlahan membuatku tidak waras,
Mata ku tak jarang menembus halusinasi,
Tingkah ragaku sudah tak mampu ku kendalikan,
Imajinasiku terbang menembus delusi,
Kata-kataku penuh serapah menembus sunyi,
Sinar sukma tak menembus jiwa,
Terus menerus berjalan menindas ruang,
Meninggalkan mimpi buruk yang perlahan menjadi nyata,
Bingkai hidup dan mati hampir sirna,
Ku tersangkut dalam ironi jiwa,
Sendiri menghadapi sendiri.
Yogyakarta, 03 Mei 2020
Rasa iriku berbentuk,
melambung tinggi dan mencakar bumi,
menapaki jalan penyesalan yang tak terlalui,
mencoba menafsirkan bait misteri,
bergerak diantara sungai sungai sendu,
bermuara di lautan pilu,
ingin ku cabik-cabik rona wajah tak berdosa,
kalian tontonkan opera dan orkes kelam,
tanpa kalian tahu apa yang terjadi di belakang panggung,
darah segar dan tangan tangan kasar menanti…
Yogyakarta, 03 Mei 2020
kata-kata aku mungkin aneh,
kata-kata aku mungkin tak bermajas,
kata-kata ku mungkin mengerikan,
kata-kata ku mungkin suram,
kata-kata aku mungkin tak berbentuk,
kata-kata ku mungkin tak indah,
aku hanya menulis, ya,
aku hanya menulis…
Yogyakarta, 03 Mei 2020
Kau tidak akan mengerti apa yang kutulis.
Seperti rangkaian bait yang berubah menjadi kode program,
Seperti berjemur di tengah gelapnya malam,
Seperti merasa haus di dalam dinginnya air,
Seperti merasa dingin diatas kobaran api,
Seperti gerhana di penghujung bulan,
Seperti senang di tengah kesedihan,
Seperti tenang dalam banyak permasalahan,
Seperti hitam di dalam putih,
Seperti ruang dalam kekosongan,
Seperti hati yang tidak selalu memberi kepedulian,
Dalam waktu, kepercayaan, den memori yang tak pernah bisa kembali…
Yogyakarta, 03 Mei 2020
Lama kelamaan diriku bisa gila,
Tenggelam dalam lautan kesunyian,
Menghantam badai yang membuatku kesal,
Tanpa bisa berfikir dan merasa…
Yogyakarta, 03 Mei 2020